07 Nov 2018

ESSENSI JAMINAN GADAI

Jaminan gadai adalah salah satu lembaga jaminan kebendaan yang masih eksis dan dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Jaminan gadai menurut Prof Subekti adalah adalah : “suatu hak kebendaan atas suatu benda yang bergerak kepunyaan orang lain, yang semata-mata diperjanjikan dengan menyerahkan bezit atas benda tersebut, dengan tujuan untukmengambil pelunasan suatu utang dari pendapatan penjualan benda itu, lebih dahulu dari penagih-penagih lainnya “

Pendapat lain mengenai pengertian gadai juga dikemukakan oleh Wiryono Prodjodikoro yang menyatakan bahwa gadai adalah : “sebagai suatu hak yangdidapatkan si berpiutang atau orang lain atas namanya untuk menjaminpembayaran utang dan memberi hak kepada si berpiutang untuk dibayar lebihdahulu dari si berpiutang lain dari uang pendapatan penjualan barang itu

Jaminan Gadai dalam pelaksanaannya terdapat beberapa sifat-sifat yang menjadi esensi harus diketahui sebelum melakukan jaminan gadai. Terdapat 4 sifat penting dalam jaminan gadai :

  1. Gadai adalah hak kebendaan

 KUHPerdata sifat kebendaan ini dapat diketahui dari pasal 1152 ayat (3) KUHPerdata yang berbunyi :

Hak gadai hapus, apabila barangnya gadai keluar dari kekuasaan sipemberi gadai. Apabila, namun itu barang tersebut hilang dari tangannyapenerima gadai ini atau dicuri dari padanya maka berhaklah ia menuntutnyakembali sebagai mana disebutkan dalam pasal 1977 ayat kedua, sedangkanapabila barangnya gadai didapatkan kembali, hak gadai dianggap tidakpernah hilang

Artinya, kekuasaan atas hak kebendaan secara nyata tidak boleh hilang dari pemilik gadai, karena apabila hilangnya kekuasaan akan benda gadai tersebut, akan menghilangkan hak gadai tersebut.

  1. Hak gadai bersifat accessoir

Jaminan gadai mempunyai sifat accessoir (perjanjian tambahan) artinya jaminan gadai bukan merupakan hak yang berdiri sendiri tetapi keberadaannyatergantung perjanjian pokok, sehingga tidak bisa membuat jaminan gadai tanpa didahului perjanjian pokok.

  1. Hak gadai adalah hak yang didahulukan (hak preferent)

Dapat diketahui dalam pasal 1133 dan pasal 1150 KUHPerdata, pemegang gadai mempunyai hak yang didahulukan terhadap kreditur lain artinya apabila, debitur cidera janji atau wanprestasi maka ia mempunyai hak untuk menjual jaminan gadai tersebut dan hasil penjualannya digunakan untuk melunasihutangnya.

  1. Hak gadai adalah hak yang kuat dan mudah penyitaannya atau eksekusinya

Pemegang gadai berhak menjual sendiri benda gadai dalam hal debitur wan prestasi. Jaminan gadai mempunyai kekuatan eksekutorial, sehingga penjualan dapat dilakukan tanpa perantara hakim. Penjualan harus dilakukan dimuka umum dengan cara pelelangan dan bila hasil lelang telah mencukupi hutangnya sertaterdapat kelebihan uang maka sisanya dikembalikan kepada debitur. Hak itu jugaberlaku dalam hal pemberi gadai atau debitur pailit berdasarkan pasal 1155 ayat (1)KUHPerdata.

Disetiap point pada karakteristik tersebut memiliki komplesitas masalah masing masing dalam pelaksanaannya, sehingga tidak hanya teori semudah itu saja yang dibutuhkan akan tetapi suatu pengalaman dan pelatihan secara mendalam yang berperan untuk mencegah terjadinya masalah maupun human eror dalam pelaksanannya yang pada akhirnya berdampak pada kerugian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *