06 Dec 2018

KONTRAK BISNIS ASING

Kontrak bisnis asing adalah suatu perjanjian yang dibuat antara perusahaan dalam negeri/nasional dengan perusahaan asing. Kontrak bisnis asing berbeda dengan kontrak bisnis pada umunya, dimana para pihak merupakan perusahaan dalam negri yang memiliki hukum dan pemahaman yang sama, sedangkan kontrak bisnis asing akan memiliki lebih dari satu hukum dan akan berbeda pada pemahamannya, olehkarenaya kontrak bisnis asing akan lebih komprehensif daripada kontrak bisnis pada umumnya.  Terdapat 3 hal dasar dalam melakukan kontrak bisnis asing :

  1. Menggunakan Billingual Bahasa

Bahasa inggris adalah bahasa universal yang dipakai didalam kegiatan bisnis, meskipun kedua pihak tidak berasal dari negara yang berbahasa Inggris. Dan perusahaan internasional umumnya merasa lebih mudah untuk memiliki semua kontrak mereka dalam bahasa Inggris, bukan campuran bahasa.

Terdapat suatu kendala dalam penggunaan bahasa inggris didalam kegiatan bisnis terutama dalam pembuatan kontrak yang disebut kontrak bisnis asing. Kendala tersebut yaitu tidak diterima/diakuinya bahasa asing oleh hukum nasional dalam pembuatan kontrak. Sebagai suatu penelusuran study case, pada tahun 2013, pengadilan negeri lndonesia menyatakan bahwab kontrak yang dibuat dengan entitas Indonesia dan berada di wilayah hukum indonesia tidak berbahasa indonesia adalah batal demi hukum. Hal tersebut didasari dari pasal 27 Undang-Undang No.24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan .

Kendala tersebut bisa disiasati dengan cara menggunakan billingual bahasa, yang artinya kontrak bisnis yang dibuat para pihak harus menggunakan dua bahasa yaitu bahasa nasional dan bahasa asing, dimana kedua bahasa tersebut harus mendapatkan pemahaman bersama pada penafsirannya. .

  1. Pentingnya Klausula Choice of Law and Forum

Negosiasi yuridiksi menjadi suatu hal terpenting dalam hal melakukan kontrak bisnis asing. Negosiasi untuk merundingkan apakah hukum dan forum manakah yang akan digunakan ketika terdapat suatu sengketa seperti forum arbritase. Penentuan yuridiksi hukum dan forum arbitrase akan dimainkan dan ditentukan oleh pihak yang dominan dalam kontrak kerjasama antar negara tersebut, karena yuridiksi hukum dan forum arbitrase akan menjadi suatu keuntungan tidak langsung dalam kegiatan bisnis antar negara.

  1. Jasa Konsultan dan Pengacara dalam Negeri.

Perusahaan asing sebelum melakukan kegiatan kontrak bisnis asing pada perusahaan nasional disarankan  menrekrut konsultan atau pengara lokal yang mengerti hukum dan proses penyelesaian sengketa menurut hukum nasionalnya. Konsultan dan pengacara dipergunakan jasanya untuk mendraft kontrak asing sesuai dengan kesepakatan para pihak dan hukum nasional yang berlaku, karena ketidaktahuan hukum nasional akan mengakibatkan kecurangan-kecurangan yang akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan asing, terlebih lagi terdapat beberapa negara yang memiliki aturan untuk membatasi pengacara asing untuk beracara dinegara mereka seperti negara Indonesia dalam Undang-Undang No.18 Tahun 2003 tentang Advokat . Sehingga disarankan bagi perusahaan asing untuk menrekrut konsultan dan pengacara lokal yang mengerti hukum nasional.

Pengetahuan dasar dalam kontrak bisnis asing perlu diperhatikan akan menuai suatu resiko kerugian atau mendatangkan permasalahan hukum yang menuai suatu sengketa.  Seorang drafter perjanjian bisnis perlu memperkuat pengetahuan hukum dalam negerinya dan mempelajari mengenai background hukum asing agar draft kontrak bisnis asing dapat mencapai suatu kesepakatan dan ketika berjalan, tidak akan menuai suatu sengketa. Untuk mengasah pengetahuan kontrak bisnis asing dapat mengikuti pelatihan hukum lebih lanjut secara intensif dan komprehensif.

One thought on “KONTRAK BISNIS ASING”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *