27 Des 2018

Choice of Law and Choice of Forum

Dalam sebuah kontrak/perjanjian yang akan dibuat salah satu unsur terpenting dalam isi selain hal pokok yang diperjanjikan yaitu ketentuan mengenai choice of law and choice of forum dalam hal Penyelesaian Sengketa. Sebelum itu, perlu diketahui secara definisi secara singkat mengenai choice of law and choice of forum sebagai pemahaman dasar :

  • Choice of law adalah pemilihan hukum governing law yang berlaku didalam kontrak sebagai dasar aturan yang digunakan untuk penyelesaian sengketa antara para pihak. Selanjutnya, mengenai Governing Law yang dimaksud adalah hukum yang akan menjadi dasar aturan didalam kontrak, bisa berupa hukum nasional, hukum kebiasaan internasional, perjanjian internasional maupun hukum internasional. Keabsahaan choice of law digunakan didalam kontrak didasari dari asas kebebasan kontrak (pacta sun servanda), dimana para pihak bebas memilih governing law yang akan digunakan didalam kontrak.

“Semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Persetujuan itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang ditentukan oleh undang-undang” – Pasal 1338 KUHPerdata

  • Choice of Forum adalah pemilihan forum penyelesaian sengketa yang akan digunakan para pihak didalam kontrak. Dalam habbit yang dilakukan pada penyelesaian sengketa didalam dunia bisnis jarang sekali menggunakan forum litigasi dipengadilan, melainkan forum non-litigasi di arbitrase, sehingga ketentuan choice of forum menjadi sangat penting sebagai kepastian hukum dalam memilih tempat penyelesaian sengketa didalam kontrak terutama kontrak bisnis  asing . Keabsahan choice of forum didasari juga dari asas kebebasan berkontrak dan juga didasari secara tegas didalam pasal 24 KUHPerdata .

Dalam suatu akta dan terhadap suatu soal tertentu, kedua pihak atau salah satu pihak bebas untuk memilih tempat tinggal yang lain daripada tempat tinggal yang sebenarnya. Pemilihan itu dapat dilakukan secara mutlak, bahkan sampai meliputi pelaksanaan keputusan hakim, atau dapat dibatasi sedemikian rupa sebagaimana dikehendaki oleh kedua pihak atau salah satu pihak. Dalam hal ini surat-surat juru sita, gugatan-gugatan atau tuntutan-tuntutan yang tercantum atau termaksud dalam akta itu, boleh dilakukan di tempat tinggal yang dipilih dan di muka hakim tempat tinggal itu.”

Kedua hal tersebut penting sekali dalam kontrak terutama kontrak bisnis asing yang sering ditemui dalam bisnis pertambangan, investasi dan lain sebagiannya, karena kedua belah pihak berada didua yurisdiksi yang berbeda, sehingga diperlukan pemilihan hukum dan forum dalam penyelesaian sengketa antara kedua belah pihak didalam kontrak. Pembuatan kontrak yang tidak ada choice of law and choice of forum  dapat dikatakan kontrak tersebut kurang memiliki kepastian hukum didalam penyelesaian sengketa. Klausa-klausa choice of law and choice of forum harus dibuat secara tegas dan jelas agar tidak menimbulkan kerancuan atau multi-tafsir, oleh karenanya untuk memahami lebih lanjut terkait choice of law and choice of forum, para drafter kontrak bisnis asing perlu mengikuti pelatihan-pelatihan pembuatan kontrak didalam kursus-kursus intensif  

2 thoughts on “Choice of Law and Choice of Forum”

    1. Terima Kasih untuk Saudara Meyanne Rasita telah memberikan tanggapan,

      Adanya prinsip hukum yang berbeda inilah menjadi raison d’etre choice of law sebagai solusi conflict interest karna perbedaanya prinsip hukum. Olehkarenanya menjadi suatu keharusan adanya choice of law maupun choice of forum dalam suatu kontrak bisnis. Untuk bagaimana cara membuat choice of law dan choice of forum bisa mengikuti kursus kami disini [Klik Here]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *