KEDUDUKAN KREDITUR DALAM SUATU JAMINAN

11 Feb 2019

KEDUDUKAN KREDITUR DALAM SUATU JAMINAN

Setiap perjanjian kredit selalu diikuti dengan sebuah jaminan, baik secara umum (esensi) maupun khusus (kontrak). Dalam peristiwa jaminan terdapat 2 pihak yang disebut kreditur sebagai penerima jaminan dan debitur sebagai pemberi jaminan. Tatkala sering terjadi dimana satu debitur memiliki banyak kreditur, sehingga hal ini akan terjadi perbenturan hak pelunasan hutang antara para kreditur. Oleh sebabnya hukum ada untuk mengatur cara pelunasaan hak bagi kreditur dengan berbagai cara sesuai dengan sifat piutang yang dimiliki kreditur.

 

Kreditor separatis. Yang dimaksud dengan Kreditor separatis adalah Kreditor yang memiliki jaminan utang kebendaan (hak jaminan), seperti pemegang Hak Tanggungan, Hipotek, gadai, Jaminan Fidusia dan lain-lain. Kreditor dengan jaminan yang bukan jaminan kebendaan, seperti garansi termasuk garansi bank, bukan merupakan Kreditor separatis. Dikatakan separatis yang memiliki makna “pemisahan” karena kedudukan Kreditor tersebut memang dipisahkan dari Kreditor lainnya, dalam arti Kreditor dapat menjual sendiri dan mengambil sendiri dari hasil penjualan, yang terpisah dengan harta pailit umum.

Kreditor Preferen. Hak istimewa yang dimiliki oleh Kreditor preferen adalah hak yang bersumber dari UndangUndang yang diberi-kan kepada seorang Kreditor sehingga tingkat Kreditor tersebut lebih tinggi daripada Kreditor lainnya (Kreditor Konkuren), sematamata berdasarkan sifat piutang Kreditor tersebut (Pasal 1134 KUHPerdata). Kreditor preferen adalah Kreditor yang piutangnya mempunyai kedudukan istimewa. Artinya Kreditor tersebut mempuyai hak untuk mendapatkan pelunasan terlebih dahulu dari hasil penjualan harta pailit. Kreditor preferen merupakan Kreditor yang pelunasan piutangnya didahulukan dari Kreitor separatis dan konkuren dalam proses kepailitan. Kreditor preferen adalah yang tertinggi dibandingkan Kreditor lainnya, kecuali undang-undang menentukan lain. Kreditor tersebut adalah sebagaimana yang diatur dalam ketentuan:

  1. Pasal 1139 KUHPerdata, misal-nya hak retensi;
  2. b) Pasal 1149 KUHPerdata. Bahwa biaya-biaya perkara semata-mata disebabkan pelelangan dan penyelesaian suatu warisan;
  3. c) Undang Undang No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Psl 21. Bahwa utang pajak lebih tinggi dari utang lain termasuk utang dengan jaminan.
  4. d) Undang Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 95 ayat (4). Bahwa tagihan yang merupakan hak-hak pekerja lebih tinggi kedudu-kannyaa dari tagihan biasa termasuk tagihan yang dijamin dengan jaminan utang. Akan tetapi menurut Pasal 1149 KUHPerdata, kedudukannya di bawah Kreditor separatis.

Kreditor Konkuren. Kreditor konkoren adalah Kreditor yang tidak termasuk golongan Kreditor sepa-ratis atau golongan Kreditor preferen. Pelunasan piutang mereka dicukup-kan dari hasil penjualan/pelelangan harta pailit sesudah diambil bagian golongan separatis dan preferen. Hasil penjualan harta pailit dibagi menurut golongan imbangan besar kecilnya piutang Kreditor konkuren. Kreditor Konkuren merupakan Kreditor yang tidak memegang agunan dan yang tidak mempunyai hak istimewa serta yang tagihannya tidak diakui atau diakui secara bersyarat .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *