11 Des 2018

KONSEKUENSI CHOICE OF FORUM DALAM  KONTRAK BISNIS

Dispute merupakan suatu kepastian ada didalam dunia bisnis sehingga para pihak akan selalu mencantumkan diklausul dalam perjanjian mereka mengenai Dispute Resolusition. Secara konvensional penyelesaian dilakukan secara litigasi (melalui pengadilan), di mana posisi para pihak berlawanan satu sama lain. Proses ini oleh kalangan bisnis dianggap tidak efektif dan tidak efisien, terlalu formalistik, berbelit-belit, penyelesaiannya membutuhkan waktu lama, dan biayanya relatif mahal.

Menghindari sengketa komersil di pengadilan, para pelaku bisnis biasanya didalam perjanjian mereka menggunakan Alternative Dispute Resolution  dalam forum arbitrase. Pemilihan forum arbitrase dalam kontrak bisnis oleh para pihak disebut sebagai choice of forum , dimana memilih salah satu forum penyelesaian hukum secara Fiat and Binding .

“Apakah dalam penyelesaian Sengketa di Arbitrase yang sudah ditentukan di dalam Kontrak Bisnis masih dapat diselesaikan kembali di Pengadilan?”

Secara term pada choice of forum dimana pilihannya hanya ada 2 yaitu Pengadilan atau Arbitrase sehingga konsekuensinya kita harus memilih salah satu dari forum tersebut. Ketika dalam kontrak bisnis choice of forum nya mengatakan bahwa forum yang dipilih adalah Arbitrase maka Pengadilan tidak berwenang mengadili kasus tersebut karena alasan “Kekuasaan Absolute Mengadili

Kompetensi absolut arbitrase juga diatur dalam ketentuan Pasal 3 UU No. 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa  yang menyebutkan bahwa

“Pengadilan Negeri tidak berwenang untuk mengadili sengketa para pihak yang telah terikat dalam perjanjian arbitrase”.

Ini berarti setiap perjanjian yang telah mencantumkan klausula arbitrase atau suatu perjanjian arbitrase yang dibuat oleh para pihak menghapuskan kewenangan pengadilan negeri untuk menyelesaikan sengketa yang timbul dari perjanjian yang memuat klausula arbitrase tersebut.

Dengan kata lain, adanya choice of forum oleh pihak-pihak yang beperkara dalam suatu kontrak memiliki akibat hukum terhadap forum penyelesaian sengketa yang berwenang untuk memeriksa dan memutuskan perkara yang bersangkutan yaitu arbitrase secara absolute, sehingga apabila perkara tersebut dibawa kepengadilan, dapat diajukan tangkisan (Eksepsi) karena ketidakwenangan pengadilan dalam mengadili perkara tersebut.

Perlu ditegaskan kembali bahwa Kompetensi absolut arbitrase secara normatif akan lahir ketika para pihak dalam membuat kontrak bisnis tersebut dengan tegas menyatakan bahwa mereka akan menyelesaikan perselisihan mereka melalui forum arbitrase. Dengan demikian, pengadilan tidak memiliki wewenang untuk mengadili sengketa tersebut. Terlebih dengan terbitnya UU No. 30 Tahun 1999, kedudukan dan kewenangan arbitrase menjadi semakin jelas dan kuat, karena sudah ada dasar pengaturan yang tegas menyangkut kompetensi absolut arbitrase.

Lebih lanjutnya terkait bentuk detail choice of forum dapat dipelajari melalui program training kami yaitu  Contract Drafting dengan traniner profesional dibidang kontrak bisnis dan info-info mengenai forum-forum arbitrase yang dapat menjadi refresi tempat menyelesaikan sengketa bisnis komersil.

4 thoughts on “KONSEKUENSI CHOICE OF FORUM DALAM  KONTRAK BISNIS”

  1. Apakah memungkinkan menggunakan arbitrase untuk penyelesaian sengketa, apabila dalam kontrak tidak mencantumkan choice of forum secara tegas? Kenapa harus arbitrase apa bedanya dengan penyelesaian sengketa di pengadilan? Mohon pencerahannya

    1. Terima kasih atas tanggapan dari saudara I. Leksono.

      Syarat menggunakan forum arbitrase adalah kesepakatan para pihak secara tertulis, apabila terjadi suatu sengketa dan didalam kontrak tidak mencantumkan choice of forum (perjanjian arbitrase) maka harus dibuatkan perjanjian tertulis untuk memilih forum arbitrase yang disepakati oleh para pihak. (Vide Pasal 7 dan Pasal 9 UU No. 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa)

      Pemilihan forum arbitrase lebih sering digunakan daripada forum di pengadilan dalam sengketa komersil bisnis itu karna efektifitas (lebih dirasa adil) dan efisiensi (waktu dan biaya) serta yang terpenting forum arbitrase lebih bersifat privat untuk menjaga kerahasiaan para pihak, karena pada forum pengadilan bersifat terbuka untuk umum karena adanya suatu asas. Untuk lebih jelasnya saudara bisa mengikuti event dan training kami (Klik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *